Tuesday, February 10, 2009

Lowongan: JAVA Software Engineers

RealObjects (http://www.realobjects.com), a privately held international software company based in Saarbrücken, Germany, provides leading content authoring and electronic publishing solutions to a growing network of educational institutions, small business and major corporations in over 30 countries worldwide.  Its WYSIWYG editing solutions simplify and streamline the process of content authoring
within web-and Java based applications.
Together with our Indonesian technology partner PT. Indojasa Software Aditama (http://www.isa.realobjects.de) we currently recruiting:

JAVA Software Engineers

(preferably talented FRESH GRADUATES)

for our Indonesian R&D center in Bumi Serpong Damai, Tangerang.

The candidate shall have first experience in following fields:

•    Java Applets/Beans
•    SWING
•    JDK
•    HTML/XHTML    •    XML
•    OOD/UML
•    GUI Programming

Further requirements are:

•    University degree in Computer Science, Electrical Engineering or equivalent. Junior developers and self-educated programmers are also welcome to apply
•    Good knowledge of the English language (oral and written).
•    Willing to stay/work in Bumi Serpong Damai, Tangerang.
•    Sun/Java certification would be an advantage.

An attractive compensation package and a lot of opportunities for career development await the successful candidates.  If your qualification matches these requirements and if you want to be part of a fast growing international software company, please send your comprehensive resume in English within 2 weeks after this advertisement to:

hrd@isa.realobjects.de
(cc to: sylvia@isa.realobjects.de)

Only short listed candidates will be notified.

IT Expo dan Software Competition -- Arkavidia 2009

Ternyata adik-adik mahasiswa IF akan mengadakan acara IT Expo dan Software Competition, Arkavidia  di http://www.arkavidia.com

wah menarik juga nih :)

silahkan..

-a-

Sunday, January 11, 2009

Software Engineer.. Ke hulu.. ke hilir..

Sebagai pembantu, ibu, dan pengajar bin pendidik, serta kadang menjadi konsultan sedikit-sedikit, sudah bisa saya jalani dan nikmati. Ini semua persis apa yang saya lamunkan 18 tahun lalu, meski tidak sempurna tapi sudah cukup dan untuk itulah saya sangat bersyukur.

Tentu tetap harus belajar. Dari sisi pengajar dan konsultan, tuntutan menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu dan teknologi, sungguh melelahkan ibarat mengejar mas-mas yang tidak pernah kesampaian. Meski sudah dipilihkan domain spesifik berkenaan dengan software engineering, rasanya menerjuninya masih saja terseret-seret. Kadang saya tidak mengerti atau masih tidak mengerti, bagaimana agar menjadi superman yang menguasai semua lini keilmuan tersebut? Atau falsafahkan bawang bombay, cukup tahu bagian terluarnya saja? Kupas dan masuk satu lapis demi lapis?

Lihat, piring favorit saya yang menunjukkan techonology layering:

Mau main di mana? Tools? Method? Model Process? Quaility focus?
Silahkan-silahkan :)

Lihat framework ketika mengcreate sebuah software, di mana spesialisasimu?

Seringkali saya berpendapat bahwa kita mulai dengan sebagai konstruktor, tukang konstruksi alias pemrogram. Naik pangkat menjadi desainer, analis, planner? atau terbalik, pendekatan dari komunikasi, perencanaan, dan akhirnya menjadi pembuat modul atau komponen program. Pendekatan top down atau bottom up? Dari hulu ke hilir, atau  hilir ke hulu?

Tidak adil rasanya kita melakukan analisis dan desain tanpa faham bagaimana pertanggung jawabannya ketika konstruksi dimulai. Tidak bagus rasanya ketika melakukan pengkodean tanpa melakukan analisi dan desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Tapi apakah, kembali, kita harus menjadi jagoan neon menguasai semua kotak-kotak pekerjaan tersebut? Jika memang semua adalah kerja tim sesuai peran masing-masing, kendala utama adalah bagaimana mengkomunikasikan antara satu tahapan dengan tahapan lainnya? Cukupkah itu? atau haruskah kita menerjuninya langsung ke semua aspek?

Untuk itulah saya terseret-seret hehehehehe..

Contoh tahun ini ketika ada pekerjaan menyusun Business Requirement Specification yang membuat saya membaca sekilas-kilas apa itu IT-IL dan tidak mengerti :D. Sebelumnya, ada pekerjaan yang membutuhkan lima hari pulang pergi Bandung-Jakarta untuk requirement elicitation langsung dengan pengguna, alhamdulillah usernya sangat bersahabat, 100 use-case saya persembahkan untuknya :)

Kemudian ada aplikasi yang  ngotot saya harus buat sendiri demi menjaga kualitas. Banyak komputasi bermain dengan algoritma, dan hasilnya muntahlah saya ketika membuat store-procedure di MySQL untuk mengimplementasikan algoritma tersebut, kelakuan cursor yang aneh..

Belakangan, saya mabok pindahan paradigma web application dan menerapkan MVC dengan framework PHP yang menurut saya bagus, Cake. Let's bake! Ternyata convention over configuration itu membuat saya semakin memuja dosen tercinta, ibu IL karena pemaksanaan beliau dalam membuat spesifikasi. Sekarang, sibuklah saya mencari mencari helper Ajax dan.. menyerah :(  [Ah suruh mahasiswa saja yang mencoba? ha ha..]

Tidak.. Tidak cukup. Saya HARUS berenang, meski mungkin bodoh karena pasti tenggelam. Tapi jika dicicil, pasti saya bisa :) Berenang ke hulu, berenang ke hilir. Berhenti di tengah--tengah sambil terengah-engah.. Di tengah bersenang-senang dengan UML untuk analisis dan desain, nah itu! Itulah tempat saya, yaitu di kotak-kota tengah itu.. Tapi  jangan salah, dibawa ke hulu saya hayu, di bawa ke hilir saya tidak ketar ketir.. Mungkin tidak mungkin menjadi jagoan neon, tapi saya tahu saya membawa diri di tengah arus..

Ya kan?