Friday, December 12, 2008

Malaikat Juga Tahu

Malaikat juga tahu, 1 hari = 24 jam. 6-8 jam untuk tidur. 2-4 jam untuk overhead switch berbagai aktivitas rutin/tidak rutin, termasuk kelembaman atau terjebak macet. Waktu tersisa adalah 12-14 jam. Jika 2 jam digunakan untuk menjelajah internet atau menonton TV, maka hanya ada 10-12 jam sisa waktu di kehidupan nyata untuk digunakan secara efektif untuk mencari pencapaian-pencapaian.

Ada yang salah di pengelolaan waktu ini? btw

Malaikat juga tahu, 1 hari hanya 24 jam. Aku harus terbelah menjadi 4 peran: ibu, istri, pembantu rumah tangga, pencari rupiah; [dan tidak lupa /me time]. Jika aku ingin menjadi mahasiswi; ada belahan yang harus disubstitusi. Which one?

Malaikat juga tahu, semuanya hanyalah opsi, bagaimana kita mengelola kehidupan ini. Bukan salah siapa-siapa, bukan juga mencari solusi apa-apa.  Biasa aja. Dan di tengah keterengah-engahan menyelesaikan semuanya dengan sempurna, di situ adalah tantangannya dan aku tahu:

aku kan menjadi juaranya!!!

-a-

Agak beda konteks dengan lirik dan maksud tersirat dari lirik lagunya itu; tapi terima kasih ah kepada Dewi Lestari atas lagunya yang antik ini

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya



Thursday, October 9, 2008

Menelepon "Ikal" Zulfany

Ha..
Atas kemurahan hati ibu Produser Cerita Anak Trans, hari Selasa lalu aku bisa telepon si Ikal Zulfany. Tadinya sih niat banget ingin membuntuti Ria ini ke Belitong (sumpah Ria, aku akan mengabdi seperti A-Kiong mengabdi pada  Mahar ha ha ha) untuk melihat shooting yang melibatkan anak-anak pemeran Laskar Pelangi; dan kuharap aku bisa bertemu dan berkenalanan dengan mereka. Ternyata Ria sudah ada di sonooooo.. arrhhh..

Aih, kentara ya ndesonya aku :D

Masih  mending lah daripada mengais-ngais Ria kalo Ariel Peterpan shooting di Trans mbok aku dikasi undangan :D. Lhaaa ke Saswie aja aku minta dijadikan cameo di Shooting sinema 3G nya di TPI.. (dan dia cuman bisa  bilang heu heu). Sekalian aja minta dikenalin sama Changcuter atuh? Eu..

Teuing ah, late 30, makin ga jaim aja deh.. (why bother?)

Tapi Ria ini memang de bes deh, aku cuman titip salam sun cup cup buat Ikal.. Eh malah ditawarin bicara. Ihiks. Deg-degan euyyyy.. Kayak si Ikal lihat kukunya A-Ling aja deh..

Kudengan Ria bilang: Ikal, ini tante Ayi, mau bicara..

Then terdengar suara cemprengnya Ikal:
Halo Tant.. (ha ha ha.. gue dipanggil tant)

Kubasa-basi, senang ga shooting (Gaaaaa.. capeeekkk)
Kugoda2in, itu adegan kapurrrr pengalaman ya? (Ihh enggakkk)

Wah ternyata si pemeran Ikal ini sudah kelas 2 SMP, lhooo aku malah ngobrol kayak ke anak 9 tahun :P salah ya? Lucu, suaranya masih kanak-kanak banget. Jadi terbayang akting dia di film Laskar Pelangi.

Ikal kemudian bilang besok akan ke Jakarta (Rabu, red). Ternyata Rabu itu SBY menonton Laskar Pelangi dan mengundang para pemeran. Menurut Ria, itu anak-anak ga tahu kalo hari Rabu itu akan bertemu orang numero Uno di Republik ini (hmm kampanyeuuu ya kampanyeuuu curi start? - idih nuduh aja). Pan surprise..

Hehehe..
Mungkin ini termasuk hal norak yang aku lakuin? Maklum selama ini sengefans-ngefansnya aku sama selebs, ga sampe deh numpang nelepon segala. Hm, kecuali pas Capung ketemu temen-temen SMA 3 di rujak Macan (ih aku patah hati ga kesampean foto bersama); Saswie yang koq cuman 1 kali aja sih foto bersama (kenapa jadi nge fans sama Saswie sih?!).  Ariel Ariel? Pasha? Aa Gym? Hahhh..

Ah kalo ke Kampus ketemu BR, minta foto ahhhh.. (pleaseeee deh)

-a-

Tuesday, October 7, 2008

Terusik Laskar Pelangi

Omong-omong tentang Laskar Pelangi, tentu tokoh Lintang yang paling mengoyak-ngoyak hati kan? Terengut oleh nasib sehingga terpisahkan dengan kecintaanya terhadap belajar. [sementara di belahan dunia lain, banyak anak mengabaikan belajar meski tahu kedua orang tuanya pontang-panting membiayainya]

Tapi aku lebih terusik ketika Ikal menceritakan tentang Trapani dan Ibunya. Ah, terasa menyakitkan tentu melihat orang yang kita cintai menderita karena sakit atas jiwa-jiwa mereka. Aku selalu merasa tertusuk jika harus melihat kisah penderitaan jiwa meski mungkin saja ulah sendiri, ato mungkin saja memang bukan pilihan? [sementara di belajah dunia lain, banyak orang tidak bisa merasakan sakitnya orang-orang sekitar karena sudah kebal akan penderitaannya sendiri. dimana empati itu?]

Tapi aku bahagia sekali atas kisah tentang Syahdan (ah kenapa dia begitu tidak diekspos hihihi); bagiku dia panutan :D ya iya lah, karena diceritakan Syahdan bergerak di bidang IT, sudah CCIE (?). Padahal dulunya ia begitu diabaikan.. KAN, mau jadi orang IT memang tidak harus pintarrrrr.. ha ha ha..

Ingin rasanya bisa bertemu dengannya ;)