Sunday, January 11, 2009

Software Engineer.. Ke hulu.. ke hilir..

Sebagai pembantu, ibu, dan pengajar bin pendidik, serta kadang menjadi konsultan sedikit-sedikit, sudah bisa saya jalani dan nikmati. Ini semua persis apa yang saya lamunkan 18 tahun lalu, meski tidak sempurna tapi sudah cukup dan untuk itulah saya sangat bersyukur.

Tentu tetap harus belajar. Dari sisi pengajar dan konsultan, tuntutan menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu dan teknologi, sungguh melelahkan ibarat mengejar mas-mas yang tidak pernah kesampaian. Meski sudah dipilihkan domain spesifik berkenaan dengan software engineering, rasanya menerjuninya masih saja terseret-seret. Kadang saya tidak mengerti atau masih tidak mengerti, bagaimana agar menjadi superman yang menguasai semua lini keilmuan tersebut? Atau falsafahkan bawang bombay, cukup tahu bagian terluarnya saja? Kupas dan masuk satu lapis demi lapis?

Lihat, piring favorit saya yang menunjukkan techonology layering:

Mau main di mana? Tools? Method? Model Process? Quaility focus?
Silahkan-silahkan :)

Lihat framework ketika mengcreate sebuah software, di mana spesialisasimu?

Seringkali saya berpendapat bahwa kita mulai dengan sebagai konstruktor, tukang konstruksi alias pemrogram. Naik pangkat menjadi desainer, analis, planner? atau terbalik, pendekatan dari komunikasi, perencanaan, dan akhirnya menjadi pembuat modul atau komponen program. Pendekatan top down atau bottom up? Dari hulu ke hilir, atau  hilir ke hulu?

Tidak adil rasanya kita melakukan analisis dan desain tanpa faham bagaimana pertanggung jawabannya ketika konstruksi dimulai. Tidak bagus rasanya ketika melakukan pengkodean tanpa melakukan analisi dan desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Tapi apakah, kembali, kita harus menjadi jagoan neon menguasai semua kotak-kotak pekerjaan tersebut? Jika memang semua adalah kerja tim sesuai peran masing-masing, kendala utama adalah bagaimana mengkomunikasikan antara satu tahapan dengan tahapan lainnya? Cukupkah itu? atau haruskah kita menerjuninya langsung ke semua aspek?

Untuk itulah saya terseret-seret hehehehehe..

Contoh tahun ini ketika ada pekerjaan menyusun Business Requirement Specification yang membuat saya membaca sekilas-kilas apa itu IT-IL dan tidak mengerti :D. Sebelumnya, ada pekerjaan yang membutuhkan lima hari pulang pergi Bandung-Jakarta untuk requirement elicitation langsung dengan pengguna, alhamdulillah usernya sangat bersahabat, 100 use-case saya persembahkan untuknya :)

Kemudian ada aplikasi yang  ngotot saya harus buat sendiri demi menjaga kualitas. Banyak komputasi bermain dengan algoritma, dan hasilnya muntahlah saya ketika membuat store-procedure di MySQL untuk mengimplementasikan algoritma tersebut, kelakuan cursor yang aneh..

Belakangan, saya mabok pindahan paradigma web application dan menerapkan MVC dengan framework PHP yang menurut saya bagus, Cake. Let's bake! Ternyata convention over configuration itu membuat saya semakin memuja dosen tercinta, ibu IL karena pemaksanaan beliau dalam membuat spesifikasi. Sekarang, sibuklah saya mencari mencari helper Ajax dan.. menyerah :(  [Ah suruh mahasiswa saja yang mencoba? ha ha..]

Tidak.. Tidak cukup. Saya HARUS berenang, meski mungkin bodoh karena pasti tenggelam. Tapi jika dicicil, pasti saya bisa :) Berenang ke hulu, berenang ke hilir. Berhenti di tengah--tengah sambil terengah-engah.. Di tengah bersenang-senang dengan UML untuk analisis dan desain, nah itu! Itulah tempat saya, yaitu di kotak-kota tengah itu.. Tapi  jangan salah, dibawa ke hulu saya hayu, di bawa ke hilir saya tidak ketar ketir.. Mungkin tidak mungkin menjadi jagoan neon, tapi saya tahu saya membawa diri di tengah arus..

Ya kan?

Friday, December 12, 2008

Malaikat Juga Tahu

Malaikat juga tahu, 1 hari = 24 jam. 6-8 jam untuk tidur. 2-4 jam untuk overhead switch berbagai aktivitas rutin/tidak rutin, termasuk kelembaman atau terjebak macet. Waktu tersisa adalah 12-14 jam. Jika 2 jam digunakan untuk menjelajah internet atau menonton TV, maka hanya ada 10-12 jam sisa waktu di kehidupan nyata untuk digunakan secara efektif untuk mencari pencapaian-pencapaian.

Ada yang salah di pengelolaan waktu ini? btw

Malaikat juga tahu, 1 hari hanya 24 jam. Aku harus terbelah menjadi 4 peran: ibu, istri, pembantu rumah tangga, pencari rupiah; [dan tidak lupa /me time]. Jika aku ingin menjadi mahasiswi; ada belahan yang harus disubstitusi. Which one?

Malaikat juga tahu, semuanya hanyalah opsi, bagaimana kita mengelola kehidupan ini. Bukan salah siapa-siapa, bukan juga mencari solusi apa-apa.  Biasa aja. Dan di tengah keterengah-engahan menyelesaikan semuanya dengan sempurna, di situ adalah tantangannya dan aku tahu:

aku kan menjadi juaranya!!!

-a-

Agak beda konteks dengan lirik dan maksud tersirat dari lirik lagunya itu; tapi terima kasih ah kepada Dewi Lestari atas lagunya yang antik ini

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya



Thursday, October 9, 2008

Menelepon "Ikal" Zulfany

Ha..
Atas kemurahan hati ibu Produser Cerita Anak Trans, hari Selasa lalu aku bisa telepon si Ikal Zulfany. Tadinya sih niat banget ingin membuntuti Ria ini ke Belitong (sumpah Ria, aku akan mengabdi seperti A-Kiong mengabdi pada  Mahar ha ha ha) untuk melihat shooting yang melibatkan anak-anak pemeran Laskar Pelangi; dan kuharap aku bisa bertemu dan berkenalanan dengan mereka. Ternyata Ria sudah ada di sonooooo.. arrhhh..

Aih, kentara ya ndesonya aku :D

Masih  mending lah daripada mengais-ngais Ria kalo Ariel Peterpan shooting di Trans mbok aku dikasi undangan :D. Lhaaa ke Saswie aja aku minta dijadikan cameo di Shooting sinema 3G nya di TPI.. (dan dia cuman bisa  bilang heu heu). Sekalian aja minta dikenalin sama Changcuter atuh? Eu..

Teuing ah, late 30, makin ga jaim aja deh.. (why bother?)

Tapi Ria ini memang de bes deh, aku cuman titip salam sun cup cup buat Ikal.. Eh malah ditawarin bicara. Ihiks. Deg-degan euyyyy.. Kayak si Ikal lihat kukunya A-Ling aja deh..

Kudengan Ria bilang: Ikal, ini tante Ayi, mau bicara..

Then terdengar suara cemprengnya Ikal:
Halo Tant.. (ha ha ha.. gue dipanggil tant)

Kubasa-basi, senang ga shooting (Gaaaaa.. capeeekkk)
Kugoda2in, itu adegan kapurrrr pengalaman ya? (Ihh enggakkk)

Wah ternyata si pemeran Ikal ini sudah kelas 2 SMP, lhooo aku malah ngobrol kayak ke anak 9 tahun :P salah ya? Lucu, suaranya masih kanak-kanak banget. Jadi terbayang akting dia di film Laskar Pelangi.

Ikal kemudian bilang besok akan ke Jakarta (Rabu, red). Ternyata Rabu itu SBY menonton Laskar Pelangi dan mengundang para pemeran. Menurut Ria, itu anak-anak ga tahu kalo hari Rabu itu akan bertemu orang numero Uno di Republik ini (hmm kampanyeuuu ya kampanyeuuu curi start? - idih nuduh aja). Pan surprise..

Hehehe..
Mungkin ini termasuk hal norak yang aku lakuin? Maklum selama ini sengefans-ngefansnya aku sama selebs, ga sampe deh numpang nelepon segala. Hm, kecuali pas Capung ketemu temen-temen SMA 3 di rujak Macan (ih aku patah hati ga kesampean foto bersama); Saswie yang koq cuman 1 kali aja sih foto bersama (kenapa jadi nge fans sama Saswie sih?!).  Ariel Ariel? Pasha? Aa Gym? Hahhh..

Ah kalo ke Kampus ketemu BR, minta foto ahhhh.. (pleaseeee deh)

-a-